Aqeilah Althafunnisa dan Vita Althafunnisa.
"Ada kecemasan saat
melepas kembang setaman .... menunggu kuncup2 bunga haraki... apakah
mampu berkembang mewanggi ataukah ......????"
teringat sebuah pesan yang dulunya sempat kau lontarkan kepadaku bahkan adik-adikmu yang lainnya. memang terasa bagaimana perasaanmu ketika melepaskanku di antara masyarakat luas. dahulu, aku terlalu sering mengeluh bahwasanya orang-orang disekitarku menuduhku sebagai terrorist lantaran jilbabku yang lebar. disela-sela keterpurukanku, hadirlah dirimu sebagai penenang dan penawar bahkan kau menjanjikan bahwa akulah yang terbaik.
"Ingatlah dinda, surga itu manis, manisnya seperti madu, surga itu indah, dan indahnya tak akan pernah kita duga-duga. bersabarlah menanti surga yang dijanjikan itu."
dalam keterpurukan aku bangkit dan yakin jikalau aku akan dijanjikan hal yang terindah itu.
"Nantinya vita mau menjadi seperti mbak, bahkan lebih dari mbak. akan banyak mimpi yang akan vita wujudkan hingga kau menjadi bangga." ucapku.
"jangan pernah kecewakan mbakmu vi." jawabnya.
Aqeilah Althafunnisa. dan Vita Althafunnisa.
ada kata dibalik Althafunnisa. Althafunnisa berarti lembut. kelembutan tersimpan di dalamnya. Althafunnisa adalah sebuah tokoh dimana ia terkenal akan kesolehahannya, kecerdasannya, kehebatannya dalam berkarya dan masih banyak lagi. namun Althafunnisa tak banyak yang tahu wajahnya seperti apa. Althafunnisa terkenal karena pribadi, prestasi dan keahliannya. maka orang-orang akan mencari, yang manakah yang bernama Althafunnisa itu? seperti apakah wajahnya hingga dunia terus membicarakan pribadinya, prestasi dan keahliannya.
Althafunnisa kutemukan itu di dalam dirimu.
"Sekolah dimana mbak?" Tanyaku kepada seorang wanita
"Saya mondok dipesantren Al-Qur'aniyah." Jawabnya
"Wah, kenal sama Aqeilah Althafunnisa?" Tanyaku riang.
"Ia mbak saya kenal, tapi saya nggak tahu wajahnya seperti apa soalnya belum pernah lihat." Jawab wanita itu.
"Loh kok bisa?" Tanyaku kaget.
"Saya tahu karena namanya sering disebut-sebut dipondok pesantren. tapi saya penasaran sama orangnya."
aku mengangguk.
"Ngomong-ngomong mbak siapanya ya?" Tanya wanita itu.
"Saya adiknya mbak." jawabku.
"Wah, mbak pasti hebat ya? pinter kan?" Tanya wanita itu lagi.
"Loh kok saya tiba-tiba dibilang hebat dan pintar sih mbak?" Tanyaku kaget.
"Lah wong kakaknya Mbak saja pintar dan hebat. pastilah adiknya juga seperti kakaknya."
ada sebuah kebanggaan besar ketika memiliki seorang mbak sepertimu. ternyata aku mempunyai tugas besar yaitu harus bisa mengalahkanmu. semoga saja aku bisa sepertimu bukan malah berbalik arah atau berbanding terbalik.
diantara deretan adik-adikmu, yah, aku memang adik yang paling sering merajuk. sedikit-sedikit merajuk, paling sering cemburu, paling sering susah untuk dikasih tahu, dan yang paling sering memaksamu mengatakan "Ya mbak izinkan".
masih teringat jelas saat dipekarangan rumah. kau berteriak dengan penuh harapan.
"Mbak tunggu vita 5 tahun lagi. mbak tunggu vita harus bisa lebih dari mbak! buktikanlah dinda.."
aku menjawab harapanmu dengan senyuman dan anggukan.
sekarang tersisa waktuku hanya 4 tahun lagi. entah bisakah aku menepati janjiku.
"mbak ingin vita bisa mewujudkan mimpi-mimpi yang tidak bisa mbak wujudkan. mbak ingin mimpi itu bisa kau raih. menjadi seorang hafidzah, menjadi penulis, menjadi aktifis tangguh dikancah nasional, melakukan perbaikan dan perubahan bagi pemuda bangsa."
"ku berharap penuh kepada kalian teruskan estafet perjuang mencetak generasi Robbani,sholihkan pribadi.lalu jadilah pribadi2 yang menyolihkan...Mbak tunggu..2 tahun lagi...mbak ingin melihat kaliah telah menjadi Akhwat2 setangguh khadijah,secerdas Aisyah,sesabar fatimah,sesuci Maryam,dan sekualitas Aisyiah..buktikannnn!!!!!bahwa kau mampu mjd wanita yang mencetak sejarahhh indah peradaban dunia... by Aqeilah Althafunnisa"
kuberharap bisa melangkah menelusuri setiap jejak langkahmu. jangan kecewakanku. aku membanggakanmu.
teruntuk ditanggal 17 dan 18..
walaupun raga ini tak ditempat dimana terucapnya janji suci pernikahan. aku yakin jiwaku bersamamu, karena kita terpaut karena Allah. beruntunglah lelaki yang bisa meminangmu. lelaki yang solih tentunya harapanku. semoga Allah lancarkan... lancarkan segala urusanmu menjelang pernikahan.Amiin...
aku membanggakanmu mbak.
teringat sebuah pesan yang dulunya sempat kau lontarkan kepadaku bahkan adik-adikmu yang lainnya. memang terasa bagaimana perasaanmu ketika melepaskanku di antara masyarakat luas. dahulu, aku terlalu sering mengeluh bahwasanya orang-orang disekitarku menuduhku sebagai terrorist lantaran jilbabku yang lebar. disela-sela keterpurukanku, hadirlah dirimu sebagai penenang dan penawar bahkan kau menjanjikan bahwa akulah yang terbaik.
"Ingatlah dinda, surga itu manis, manisnya seperti madu, surga itu indah, dan indahnya tak akan pernah kita duga-duga. bersabarlah menanti surga yang dijanjikan itu."
dalam keterpurukan aku bangkit dan yakin jikalau aku akan dijanjikan hal yang terindah itu.
"Nantinya vita mau menjadi seperti mbak, bahkan lebih dari mbak. akan banyak mimpi yang akan vita wujudkan hingga kau menjadi bangga." ucapku.
"jangan pernah kecewakan mbakmu vi." jawabnya.
Aqeilah Althafunnisa. dan Vita Althafunnisa.
ada kata dibalik Althafunnisa. Althafunnisa berarti lembut. kelembutan tersimpan di dalamnya. Althafunnisa adalah sebuah tokoh dimana ia terkenal akan kesolehahannya, kecerdasannya, kehebatannya dalam berkarya dan masih banyak lagi. namun Althafunnisa tak banyak yang tahu wajahnya seperti apa. Althafunnisa terkenal karena pribadi, prestasi dan keahliannya. maka orang-orang akan mencari, yang manakah yang bernama Althafunnisa itu? seperti apakah wajahnya hingga dunia terus membicarakan pribadinya, prestasi dan keahliannya.
Althafunnisa kutemukan itu di dalam dirimu.
"Sekolah dimana mbak?" Tanyaku kepada seorang wanita
"Saya mondok dipesantren Al-Qur'aniyah." Jawabnya
"Wah, kenal sama Aqeilah Althafunnisa?" Tanyaku riang.
"Ia mbak saya kenal, tapi saya nggak tahu wajahnya seperti apa soalnya belum pernah lihat." Jawab wanita itu.
"Loh kok bisa?" Tanyaku kaget.
"Saya tahu karena namanya sering disebut-sebut dipondok pesantren. tapi saya penasaran sama orangnya."
aku mengangguk.
"Ngomong-ngomong mbak siapanya ya?" Tanya wanita itu.
"Saya adiknya mbak." jawabku.
"Wah, mbak pasti hebat ya? pinter kan?" Tanya wanita itu lagi.
"Loh kok saya tiba-tiba dibilang hebat dan pintar sih mbak?" Tanyaku kaget.
"Lah wong kakaknya Mbak saja pintar dan hebat. pastilah adiknya juga seperti kakaknya."
ada sebuah kebanggaan besar ketika memiliki seorang mbak sepertimu. ternyata aku mempunyai tugas besar yaitu harus bisa mengalahkanmu. semoga saja aku bisa sepertimu bukan malah berbalik arah atau berbanding terbalik.
diantara deretan adik-adikmu, yah, aku memang adik yang paling sering merajuk. sedikit-sedikit merajuk, paling sering cemburu, paling sering susah untuk dikasih tahu, dan yang paling sering memaksamu mengatakan "Ya mbak izinkan".
masih teringat jelas saat dipekarangan rumah. kau berteriak dengan penuh harapan.
"Mbak tunggu vita 5 tahun lagi. mbak tunggu vita harus bisa lebih dari mbak! buktikanlah dinda.."
aku menjawab harapanmu dengan senyuman dan anggukan.
sekarang tersisa waktuku hanya 4 tahun lagi. entah bisakah aku menepati janjiku.
"mbak ingin vita bisa mewujudkan mimpi-mimpi yang tidak bisa mbak wujudkan. mbak ingin mimpi itu bisa kau raih. menjadi seorang hafidzah, menjadi penulis, menjadi aktifis tangguh dikancah nasional, melakukan perbaikan dan perubahan bagi pemuda bangsa."
"ku berharap penuh kepada kalian teruskan estafet perjuang mencetak generasi Robbani,sholihkan pribadi.lalu jadilah pribadi2 yang menyolihkan...Mbak tunggu..2 tahun lagi...mbak ingin melihat kaliah telah menjadi Akhwat2 setangguh khadijah,secerdas Aisyah,sesabar fatimah,sesuci Maryam,dan sekualitas Aisyiah..buktikannnn!!!!!bahwa
kuberharap bisa melangkah menelusuri setiap jejak langkahmu. jangan kecewakanku. aku membanggakanmu.
teruntuk ditanggal 17 dan 18..
walaupun raga ini tak ditempat dimana terucapnya janji suci pernikahan. aku yakin jiwaku bersamamu, karena kita terpaut karena Allah. beruntunglah lelaki yang bisa meminangmu. lelaki yang solih tentunya harapanku. semoga Allah lancarkan... lancarkan segala urusanmu menjelang pernikahan.Amiin...
aku membanggakanmu mbak.

:) Mbak Vita Luar Biasa.. Yakin Mbak Vita bakalan lebih hebat dari Mbak Aqeilah Aamiin,, kami disini mendoakanmu mbak, menantikan karya besarmu, dan pasti kan mengikuti jejakmu :)
BalasHapusmbak tunggu rora akan bisa melebihi kita berdua ya. mbak tunggu lo 5 tahun lagi. buktikan dinda kalau kitalah wanita yang berkualitas tinggi itu. kita yang sering duduk disurau kecil. tapi tunjukkan jika kita punya potensi besar untuk perubahan dunia.hamasah dinda :)
BalasHapusblogmu ga bisa difollow po mbak?
BalasHapusbisa kok. masa iya nggak bisa mbak? dicoba dulu :D
BalasHapus